Archive for March 14th, 2008

14
Mar
08

Ahli Ibadah dan Ahli Ilmu 3

Dan beikut jawaban dari sang suami –suaminya kakak saya, atau kakak ipar saya, hehe–:

Seorang ahli ibadah yang benar ibadahnya tetap saja kedudukannya lebih rendah dari ahli ilmu. Krn orang yang berilmu akan memahami bhw ilmunya juga perlu diamalkan. Sedangkan ahli ibadah, bisa jadi ia benar dalam ibadahnya. Tp krn kekurangpahamannya akan ilmu ia akan memilki ibadah yg monoton, dan tdk mempunyai pengetahuan ttg ibadah2
lain. Apalagi islam tidak hanya berisi ibadah, tp ada juga aqidah, dan lainnya.

Dalam hadits shahih ttg orang yg membunuh 100 orang lalu bertaubat namun meninggal di tengah perjalanannya, salah satu riwayat mengatakan bhw setelah membunuh 99 orang ia bertanya kepada Ahli Ibadah apakah
dirinya bisa bertaubat atau tidak. Lalu sang ahli ibadah menjawab bhw tidak ada taubat untuknya, dosanya terlalu besar. Maka dibunuhlah sang ahli ibadah. Lalu sang pembunuh bertemu dg seorang Ahli Ilmu dan menanyakan hal yg
sama, maka dijawab dg kata-kata retoris “Siapakah yang menghalangimu dari ampunan Allah?”

Inilah perbedaan antara ahli ibadah dan ahli ilmu. Seorang ahli ibadah sangat mungkin salah dalam berpedapat ttg agama, dan bisa jadi sangat ekstrem shingga melihat segala kemungkaran sebagai sebuah kenistaan yg tak termaafkan karena patokannya bukanlah ilmu tp dirinya sendiri yang sgt taat dalam beribadah. Adapun seorang ahli ilmu, maka dia tidak
hanya memakai ilmunya tuk diamalkan bagi dirinya, namun ia juga bisa mendakwahkan ilmunya kepada yang lain, yang akan menambah kemuliaan dirinya di sisi Allah.

Wallahu a`lam

14
Mar
08

Ahli Ibadah dan Ahli Ilmu 2

terus, menanggapi postingan yang sebelumnya, kakak saya –istrinya kakak ipar saya (!!!)– nanya begini:

apa maksudnya keutamaan orang berilmu atas orang ahli ibadah bagaikan bulan purnama atas seluruh bintang???

ketika dikatakan para nabi mewariskan ilmu, bukan harta, berarti yang dibandingkan adalah ilmu dan harta, dan jelas yang lebih penting dan berharga itu ilmu.

tapi tentang perbandingan orang banyak ilmu dengan “ahli ibadah” itu gimana posisinya? ahli ibadah itu orang yang sekedar rajin ibadah, atau yang pandai dalam ibadah(benar dan rajin)?

14
Mar
08

Ahli Ibadah dan Ahli Ilmu 1

ini sekedar meneruskan yang disampaikan sama kakak ipar di milis keluarga:

postingan 1:

“Barangsiapa menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat benar-benar akan membentangkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu
sebagai bentuk keridhaan terhadap yang mereka lakukan. Sesungguhnya orang berilmu akan dimohonkan ampunan oleh seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi, hingga ikan-ikan pun turut beristighfar untuknya.
Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar atas dirham, namun hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak.”
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, hadits shahih)

Dalil-dalil yang menunjuk pada ilmu secara umum maka dimaksudkan pada ilmu agama, demikian para ulama. Sebagaimana dalam hadits di atas disebutkan bhw para Nabi mewariskan ilmu, tentu saja itu bukan ilmu ekonomi, matematika, kimia, dll. Tapi ini bukan berarti ilmu sains tsb di atas tdk memperoleh tempat dalam islam, bahkan ia adalah fardhu kifayah selama kaum muslimin masih tertinggal akannya, wallahu a`lam.
Yg sangat disayangkan adalah ketika seorang muslim rajin menuntut ilmu sains, tp jarang sekali hadir di majelis-majelis ilmu agama.

Wallahulmusta` a

–courtesy to Syaikhul Muqorrobin–

14
Mar
08

Angkuh

pernah gak sih anda ngerasa direndahin sama orang lain? anda dianggap ‘tidak mampu’ atau ‘bodoh’ dan beberapa kali dikatakan ‘koq gitu aja gak bisa sih?’. klo saya, sering.

tapi gak tau ya, mungkin itu perasaan saya aja yang sering terlalu sensi terhadap lingkungan. tapi tetep, setiap kali saya dianggap sebagai orang yang ‘harusnya anda bisa donk’, saya merasa udah dihina. dan saya sangat benci orang2 yang merendahkan orang lain, bahkan klo orang yang merendahkan itu orang terdekat saya –termasuk klo saya sadar bahwa saya sedang atau pernah merendahkan orang lain–.

apa sih gunanya kita bilang ‘gitu aja koq gak bisa sih!!!’, ‘lho, harusnya kamu tau donk!’, ‘ngerti gak sih’, atau sekedar ngedumel ‘heeeeehhhhh…..’ pas dimintain seseorang suatu pertolongan. apa gak kepikir klo suatu saat kita diminta tolong seseorang, saat itulah kita punya kesempatan buat beramal. apalagi klo diminta ngajarin sesuatu, bukannya itu adalah ladang amal bagi kita nanem kebaikan yang hasilnya bakal kita panen sampe kiamat kelak? ingat, bahwa amal yang bermanfaat adalah salah satu amalan yang pahalanya gak akan putus sampe akhir jaman.

saya sering sekali ngeliat orang2 di sekitar saya terlalu sombong, angkuh karena mereka lebih mampu dari pada orang lain. pas diminta tolong sesuatu, emang sih mereka bantu, tapi klo dengan ekspresi dan sambil ngedumel sih mendingan gak usah ngebantu aja sekalian. saya benci, dan kebencian itu bener2 dari lubuk hati paling dalam.

mungkin itulah tabiat orang2 pinter yang ‘terlalu pinter’ sampe gak sadar bahwa mereka tu sebenernya masih ada di bumi. mereka ngerasa udah ada di tempat yang mulia karena lebih tau atau lebih cepet ngerti daripada lingkungannya. begitu suatu pelajaran yang lagi dipelajari sama2 dia bisa ngerti lebih cepet, sedangkan orang2 di sekitarnya masih mengernyitkan dahi karena gak ngerti, dia malah bergumam, ‘heh, gitu aja gak ngerti’. sumpah, itu contoh orang yang sangat saya benci! bahkan klo orang tua saya yang bilang kayak gitu, saya pun benci walau mungkin dengan kadar kebencian yang beda. dan ketika saya sadar klo saya lagi melakukan hal yang sama, saya pun benci diri saya dengan perasaan yang sangat.

apa orang2 angkuh itu gak tau ya nikmatnya saling berbagi dan membantu sesama? gak pernah kli ya ngerasain betapa nikmatnya bisa ngeliat orang jadi tau dan ngerti sesuatu karena bantuan kita? apa sih harapan dia dengan merendahkan orang lain itu? atau karena mereka pernah direndahkan oleh orang lain? atau mereka pikir standar kehidupan adalah diri mereka?

i hate you all who looks down others!!!

nb:
klo bener ada yang pernah merasa saya rendahin, langsung bilang ke saya, gak usah bilang di belakang. dari lubuk hati yang paling dalam, bener2 saya minta maaf. terkhusus buat istri ku tercinta yang paling sering ketemu sama saya setahun belakangan ini –karena alhamdulillah umur nikahan kami udah 1 tahun lebih, hehe…– pastinya jadi yang paling sering banget kena sisi buruk dari diri ini. bener2 rasa maaf yang sangat mendalam karena masih sering ngerendahin kamu lewat kata2, sikap, bahkan ekspresi, apalagi klo sampe keceplosan di depan orang lain.

maap ya sayang…




Hmm, tanggal berapa ya sekarang??

March 2008
M T W T F S S
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
"WORLD consists of W, O, R, L, and D; not S, U, C, K, and S"

i’m tweeting