Archive for April 7th, 2008

07
Apr
08

Piracy, My Conclusion

masih berhubungan sama postingan sebelumnya, saya mo sekedar berbagi pikiran saya tentang hal tersebut. dan suatu bentuk kesimpulan keluar dari otak saya:

klo secara ideal, yang namanya nyuri –pembajakan bagi banyak orang adalah sama dengan pencurian– gimana pun gak bener –klo gak mau dibilang salah–. tapi apalah daya orang2 yang ‘gak punya’ demi mengejar perkembangan jaman? klo semua harus ngikutin peraturan dan hukum perlindungan hak cipta, kapan mahasiswa indonesia bisa maju? –saya fokus ke mahasiswa dulu, karena saya mahasiswa– pasti jadi banyak yang gak ngerti akan banyak hal. gimana bisa ngerti klo dari sekedar operating system –yang berarti sistem pengoperasian– nya aja udah sangat mahal, apalagi segala software pendukungnya? jaman sekarang ini klo kalkulasi cuma dilakukan pake yang namanya kalkulator, secanggih apa pun kalkulator itu, gak akan pernah bisa berkembang pesat. alhasil, buat belajar mahasiswa ‘terpaksa’ beli software2 bajakan yang dibutuhkan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau.

apa kepintaran, kemampuan, dan kecanggihan suatu teknologi cuma punyanya orang yang banyak duit atau orang2 yang beruntung punya pemerintahan yang gak pelit sama yang namanya pendidikan? trus kapan indonesia mo ngejar negara2 maju lainnya? saya sebut indonesia di sini lebih khusus kepada para pembelajar yang menganggap bahwa ilmu pengetahuan adalah hal yang sangat penting.

toh yang saya liat, dengan pembajakan yang gila2an di indonesia ini tetep aja yang namanya Bill Gate kaya raya –ini bener2 kaya raya lho!!!!!–. artinya kan klo program2 itu mau digratiskan –atau klo gak mau gratis, harganya sangat murah deh– buat negara2 berkembang, si pembuat program juga gak akan jadi miskin. jual lah barang2 tadi dengan harga mahal ke negara2 yang emang mampu beli dengan harga mahal. karena bukannya pendidikan tu untuk semua? pintar bukankah seharusnya hak buat semua orang? trus mana yang lebih penting: hak untuk menjadi pintar atau hak untuk menghargai karya cipta orang lain?

klo pemikiran ideal tadi pun gak bisa terealisasi, seenggaknya harusnya pemerintah yang bisa turun tangan dan bertindak. beli lah barang2 tadi dengan cara yang legal, lalu dengan cara yang juga legal, sebarkanlah barang2 tadi buat kemaslahatan rakyatnya. tapi klo di indonesia, pemikiran kayak ini juga termasuk terlalu ideal…

sekarang klo dalam hal pembajakan di luar kepentingan akademis, kayak ngebajak game atau lagu2 atau film2. ini jadi berat menurut saya. berat karena semua itu bener2 merupakan ‘kenikmatan’ ^^’ siapa sih yang gak mo denger lagu2 terbaru yang lagi hits di negeri sebrang, atau film2 teranyar yang lagi heboh jadi bahan omongan di mana2, atau game2 super keren yang sangat menggiurkan buat dicoba? dengan adanya ‘teknologi hitam’ tadi dan kelonggaran yang luar biasa dari pemerintah kita, semua itu jadi sesuatu yang sangat mudah buat didapet.

tapi masih sama kayak di atas. dengan segala bentuk pembajakan kayak tadi, tetep aja tuh yang bikin film2, lagu2, game2, jadi orang kaya semua –kecuali mungkin yang berasal dari indonesia, karena barangnya cuma laku di indonesia, dibajak pula ^^’–. klo segala ‘kenikmatan’ tadi dibandrol dengan harga yang sangat mahal, gimana orang indonesia bisa lari dari kepenatan? ah, ini sih bisa2nya saya aja, hehe..

saya coba menyederhanakan kesimpulan dari pikiran saya: bahwa ternyata bener2 keadilan tu ada yang ngatur, dengan cara yang gak kebayang sebelumnya. saya bukan seorang yang ahli dalam bidang agama, tapi klo diliat kondisi dunia yang kayak sekarang ini, di mana orang kaya dan orang miskin berada di dua sisi yang sangat bereberangan, yang namanya perlindungan hak cipta itu cuma berlaku dan baik buat orang2 dari kalangan atas aja. buat orang2 di kalangan bawah, jangan harap bisa ikut nikmatin segala gemerlapnya dunia ini. seorang temen pernah bilang –sengaja saya kutip karena menurut saya dan juga dia berhubungan sama keadaan dunia sekarang–, klo yang namanya kapitalisme itu gak beda dengan yang komunisme. ketika komunisme dipandang sebagai sesuatu yang buruk, itu cuma efek dari kalahnya para pemegang paham komunisme oleh para pemegang paham komunisme. kapitalisme lah yang bertanggung jawab atas segala kesenjangan yang ada sekarang. konsep “raih untung yang setinggi2nya dengan modal yang serendah2nya” udah bikin banyak orang yang akhirnya bersenang2 di atas penderitaan orang lain.

pembajakan itu pada akhirnya saya pandang sebagai bentuk pemberontakan dari adanya rasa terpinggirkan, ‘anti kemapanan’ klo saya gak salah ngambil istilah.

terakhir, saya cuma bisa bilang, semua diserahkan kepada masing2 individu buat menanggapi fenomena pembajakan ini. yah, selama pembajakan di indonesia masih diurus dengan sangat longar, ‘manfaat’ kan lah dengan sebaik2nya, kayak contoh saya di atas yang menggunakan pembajakan sebagai sarana mengejar ilmu yang setinggi2nya. klo buat game, film, lagu, dan jenis2 kenikmatan lainnya, klo bisa dikurangin lah. klo emang nanti udah kaya, belilah fasilitas game yang terjangkau dan nikmatin sejauh yang kita bisa. untuk lagu2, rasanya harga jual produk aslinya masih terjangkau deh, masih masuk akal lah. buat film2, dalam hal ini movie, masih bisa lah dinikmatin di bioskop. toh lebih nikmat daripada cuma nonton lewat komputer atau dvd player di rumah. klo buat serial2 tivi, berharaplah segera diputar di tivi2 lokal, jadi gak perlu ngebajak, hehe..

saya sendiri punya prinsip –yah, masih prinsip jadi2an lah, hehe..–, khusus buat produk2 asli dalam negeri kayak film2 atau lagu2 –program komputer dan game kayaknya masih jarang deh, atau malah gak ada?– gak BOLEH dibajak. kan kasian, udah produknya susah nembus pasar dunia yang artinya cuma bisa melanglangbuana di wilayah indonesia –paling banter se-asia lah– masak iya masih harus kita bajak? kapan rakyat indonesia jadi orang kaya???

07
Apr
08

Piracy: dilemma

ini berhubungan sama kegelisahan saya tinggal di indonesia. kita semua tau gimana ‘nikmat’nya hidup di indonesia dalam hal ketersediaan segala macam kesenangan, terutama yang berbentuk software. ketika di kebanyakan negara lain barang2 yang berbentuk software tadi, semisal program komputer, adalah sesuatu yang mahal, di indonesia kita dapat ‘menikmati’nya dengan harga yang sangat miring.

di mulai dari operating system suatu komputer –yang paling banyak dipake misalnya windows–, bisa dengan gampangnya didapet di mana2 (!!!), tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. buat game2 yang terbaru sekalipun, juga bisa didapet dengan sangat mudah, dengan harga yang gak kalah miringnya. padahal klo mo diliat di negara asal pembuat program atau game tadi, harganya gak main2, bisa ratusan ribu bahkan jutaan dalam kurs rupiah. semua itu berharga mahal di negara asalnya, atau negara dengan proteksi hak cipta yang tinggi, dengan alasan menghargai hak cipta orang lain. gampangnya sih gini, tu orang dah susah2 buat program –bener lho, bikin program tu sama sekali gak gampang!!–, nah klo ada yang mo make ya kudu bayar keringet yang udah ngucur selama pembuatan program itu.

nah, di negeri indonesia tercinta inilah ditawarkan suatu ‘kenikmatan’ yang mungkin udah berlangsung bertahun2 yang lalu. segala ‘kenikmatan’ tadi berkat suatu ‘teknologi hitam’ –hehe..– yang bernama PEMBAJAKAN. teknologi hitam tadi menyangkut segala jenis kemampuan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok dalam hal membongkar dan menghancurkan sistem keamanan apa pun yang didedikasikan untuk melindungi hak cipta si pembuat software. sistem keamanan tadi biasanya berbentuk pencegahan dari upaya orang menggandakan software tadi. atau kalaupun bisa di-copy, tu hasil copy-an gak akan bisa dipake. tapi apalah arti semua itu di tanah air indonesia ini, karena nyata2nya hampir semua jenis pengamanan berhasil dibongkar juga, dan hasilnya bisa ‘dinikmati’ oleh banyak orang.

akhirnya, apalah yang orang indonesia gak bisa dalam hal keahlian komputer? pastinya udah sangat banyak –klo boleh dipersempit, khusus wilayah pulau jawa– yang udah tau apa itu operating system Windows, software yang namanya Photo Shop, anti virus yang namanya Norton, sampe game yang berjudul Assassin Creed (klo gak tau, google-ing aja, hehe..). semua itu hampir dengan harga yang flat, alias sama, asalkan tipe media penyimpannya sama. untuk media penyimpan yang lebih besar, biasanya mesti ngerogoh kocek sedikit lebih dalam. tapi tetep aja, klo mo dibandingin sama harga aslinya, merinding deh klo mo tau, hehe…

khusus buat game, gak cuma bisa dinikmati sama para pemilik komputer. para pemilik Play Station pun bisa menikmati ‘kemudahan’ ini. PS 2 yang dulu digadang2 gak bakalan bisa dibajak, akhirnya jebol juga. alhasil, harga dvd yang aslinya bisa sampe ratusan ribu rupiah, setelah ‘diisengin’ bisa turun sampe lima ribu rupiah!!! sekarang ini lagi baru yang namanya PS 3, dan emang yang saya tau belum ada yang bisa jebol sistem proteksi game2 buat PS generasi terbaru ini. tapi saya yakin, gak lama lagi juga jebol, dan rame deh orang2 yang pada mulai beli PS 3 karena kasetnya –kaset dalam hal ini cuma istilah lho!– udah ‘jatuh harga’, hehe..

sebenernya mungkin bukan orang indonesianya sendiri yang ngebajak barang2 tadi –yang maksudnya, bukan orang2 indonesia yang ‘pinter’ dalam hal utak atik dan iseng mengisengi–, karena kebanyakan sofware bajakan meninggalkan jejak footprint yang gak berasal dari orang pribumi. tapi maap klo salah –mungkin si pengutak-atik ini bener orang indonesia dan tersinggung karena saya bilang kyaka tadi, hehe..–. ‘kenikmatan’ yang saya sebut tadi leibh berupa kemudahan barang2 hasil utak atik –hasil BAJAKAN!– bisa dengan mudahnya beredar luas di indonesia. di bandung, banyak tempat yang bisa dikunjungi buat ngedapetin barang2 software hasil bajakan –gak perlu saya sebutin ya..–. gak cuma program komputer atau game kayak yang tadi saya sebut, tapi juga lagu2 atau film2 atau apa pun yang berbentuk digital –akirnya keluar juga istilah digital ini ^^’–.

saya gak ngerti juga sama pemerintah, koq bisa ya tempat2 kayak gitu bergentayangan dengan nyamannya? apa emang pemerintah gak ngelakuin apa pun? rasanya juga nggak, karena gak sedikit berita tentang penggerebekan tempat2 penjualan dan pembuatan barang2 bajakan. dan yang saya tau hukumannya juga gak ringan.

trus kenapa masih juga mudah mengakses barang2 tadi?

meminjam ungkapan seorang temen yang dia jadiin tag line di blog-nya, ’semua pasti ada hikmahnya’, heeehehehe…




Hmm, tanggal berapa ya sekarang??

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
"WORLD consists of W, O, R, L, and D; not S, U, C, K, and S"

i’m tweeting

  • Please retweet: petition '#dukungkpk' - http://301.to/bey pada 1 month ago
  • gile, terakhir update 24 hari yang lalu. surely ain't a twitaholic pada 1 month ago
  • mana yang lebih primitif, percaya ada tuhan atau percaya tidak ada tuhan? pada 2 months ago
  • oh pak bos, maap kan diriku yang gak ngarti mo ngapain di kantor T_____T | pulang cepaaat! pada 2 months ago
  • bubur nyam nyam :p~ pada 2 months ago
  • @RiesaFiana A: "INI MIC GW!!!"; B: "NGGAK, INI MIC GWWW!!!"; mbRies: "kasssssiiih daaahhhh..." pada 2 months ago
  • masa' harus bugil di Circle K dulu baru bisa dapet banyak followers???? | twitting, not mobiling pada 2 months ago
  • eh, "RT" itu apa ya? tanya opa Gugel, diteruskan ke WikiAnswer, dan didapat: "To 'retweet' is to repeat/quote someone's tweet" pada 2 months ago