Posted by: berbagipikiran | April 25, 2008

Melankolis, Empati, dan Idealis

postingan yang ini masih berhubungan sama postingan sebelumnya, masih seputar melankolis. klo sebelumnya lebih ngeliat efek negatif dari sifat melankolis, sekarang ini saya mo lebih fokus ke efek positif dari sifat ini.

sifat melankolis yang jadi bagian dari diri saya ini punya andil sangat besar dalam menjadikan siapa saya sekarang ini. dengan sifat ini sering saya bisa ngerasain apa yang dirasain sama orang lain –terutama perasaan2 sendu, hihi..–. sifat ini juga yang menurut saya memunculkan sifat lain, yaitu empati. sifat empati inilah yang juga jadi bagian dengan porsi yang juga besar dalam diri saya, bahkan sering jadi landasan perilaku saya sehari2.

melankolis yang melahirkan empati ini di satu sisi jadi hal yang sangat menyenangkan karena bisa bikin saya sangat perhatian sama orang lain, tapi di satu sisi yang lain juga sangat melelahkan karena bisa bikin saya capek hati sendiri. sifat ini bisa bikin saya terlalu larut sama apa yang dirasain sama orang lain. di saat saya lagi liat orang yang menderita karena hidupnya yang berat –yang makan aja susah, apalagi mikirin kuliah!–, saat itu juga saya kayak ngerasain penderitaan itu, saya jadi bisa mikirin orang itu berhari2. rasanya pengen banget supaya penderitaan orang itu hilang –bukan dengan kematian lho!!!!!–. di satu waktu saya bisa nolongin orang itu, tapi di waktu yang lain saya ngerasa sangat gak berguna karena gak bisa ngasih bantuan apa pun..

ada sifat lain yang bikin kepribadian saya makin kompleks dan bikin kepala ini kadang2 berputar lebih cepat dari semestinya. sifat itu adalah idealis. sifat melankolis yang tadi saya sebutin melahirkan sifat empati yang sangat besar, ketika dipadukan sama sifat idealis, bikin suatu persoalan jadi sangat penting dan kadang2 sangat mengganggu bagi saya! klo saya liat di tivi ada hal2 yang gak cocok sama idealisme saya, saya bisa ngedumel dan bete gak karuan. contoh yang paling deket adalah masalah dewi persik yang belakangan ini heboh banget diberitain. liat kelakuan si dewi sampe bisa bikin saya posting tulisan! berhari2 jadi bahan pikiran saya. kenapa sih si dewi itu begini? kenapa gak begitu? pikiran2 macam itu muncul secara sporadis –berlebihan banget ya..– dalam jangka waktu yang panjang. contoh yang lain adalah masalah korupsi, masalah kesejahteraan rakyat, masalah kurs mata uang, dan hal2 lain yang mungkin bagi orang lain gak penting buat dipikirin.

alhamdulillah saya masih ngerasa dapet bimbingan dari Allah atas semua hal yang ada di dalam diri saya. semua sifat tadi menurut saya sangat baik, asalkan bisa dikendaliin sepenuhnya. merasakan penderitaan yang dirasain orang lain seharusnya bukan jadi sesuatu yang buruk, apalagi dengan keinginan –dan juga tindakan– buat nolongin orang tadi. idealis juga bukan sesuatu yang buruk, karena tanpa idealisme kehidupan seseorang bisa terombang-ambing sama kondisi lingkungan.

pengendalian jadi hal yang paling penting buat saya kembangin sekarang ini. dengan pengendalian yang mantap, saya jadi bisa mengendalikan diri saya sepenuhnya, bukan justru sebaliknya, saya yang dikendalikan diri saya. diri ini masih sangat jauh dari ideal, karena seringnya malah saya yang dikendaliin sama perasaan. klo udah sedih, bisa sangat berlarut2, tapi klo lagi seneng malah bisa sampe lupa diri, apalagi klo lagi marah, wah, bisa sangat heboh dan merugikan orang banyak!

kadang2 capek juga jadi seorang idealis dengan sifat empati yang terlalu besar. klo udah sampe bikin kepala penat, pengennya pergi ke tempat yang jauh dan sepi, di mana saya gak perlu ngerasain kesusahan atau kesulitan orang lain. klo lagi nonton tivi juga sering menghindari hal2 yang bikin kepikiran dan capek sendiri.

harus pelan2, dengan tingkat kesabaran yang tinggi buat mengemban amanah jadi orang yang seperti saya sekarang ini.

semoga segala sesuatunya bisa jadi sangat bermanfaat pada saatnya nanti, aaamiin. karena menolong adalah suatu tindakan yang bagi saya sangat menyenangkan.

Leave a response

Your response:

Categories