sempet sangat kesel liat pemberitaan di DetikNews dan Kompas. masa iya indonesia sebegitu bobroknya?? sampe seorang atlet cilik peraih medali emas catur internasional ditelantarin di jakarta, ibukotanya Negara Kesatuan Republik Indonesia??????????????? pikir saya waktu itu, kep***t banget tu Diknas (diberitakan, pihak ini adalah yang paling bersalah)!!!
tapi setelah baca2 lagi di Media Indonesia, ternyata gak sepenuhnya apa yang diberitain sebelumnya itu bener. gak sepenuhnya bener, berarti emang ada benernya. dan tetep aja ada perasaan jengkel di hati saya. bener, karena mereka bener2 ‘terlantar’ (tapi mungkin tidak ‘ditelantarkan’). bener, karena Yuni emang ‘juara’. tapi gak tepat, klo dibilang juara emas (karena kenyataannya dia dapet perunggu di perseorangan, sedangkan emas di grup). dan menurut info dari Media Indonesia tadi, Yuni emang gak masuk dalam ‘undangan resmi’ Istana.
tapi menurut saya, gimana pun juga yang namanya men’juara’i (peringkat ketiga itu masuk kategori juara lho!!!) adalah sesuatu yang luar biasa. di saat banyak anak2 kecil ‘hidup’ di jalanan, angka pengangguran yang terus membumbung tinggi, kriminalitas yang makin parah tiap harinya, ada seorang anak bangsa yang mendalami dunia catur, dan berprestasi di dalamnya. apa gak pantas dia dapet perlakuan yang lebih baik?? dia masih anak SD lho (gak jelas kelas berapa, karena pemberitaan di beberapa media gak sama)!!! ada suatu potensi besar dalam dirinya untuk mengangkat martabat bangsa. klo HANYA diperlakukan seadanya (klo gak mau disebut ‘ditelantarkan’), mana mungkin potensi itu akan keluar??
di alin sisi, yang namanya media massa juga gitu, terlalu menyudutkan pemerintah, seolah2 gak ada yang baik dari pemerintah. dan sayangnya direspon ‘cukup baik’ sama masyarakat. kenceng banget yang komen di DetikNews menanggapi pemberitaan Yuni ini. kebanyakan (mungkin di atas 80%) memaki2 pemerintah karena dianggap terlalu bodoh dalam mengurus rakyatnya. keliatan banget media massa gak secara total memberitakan suatu peristiwa. kelas berapa Yuni sekarang, juga beda2 di beberapa media (ada yang bilang kelas 5, ada juga yang bilang kelas 6). masalah sepele, tapi penting lho!!! gw inget ada pepatah kayak gini, “karena copot satu baut, satu pelana kuda ikut copot. karena satu pelana copot, satu kuda gak bisa berangkat. karena satu kuda gak bisa berangkat, informasi penting tak sampai. karena informasi tidak sampai, sebuah negara jadi kalah perang” (kurang lebih begitu isinya, ^^’). hal2 kecil gini ini yang klo gak diperhatiin bisa bikin keadaan makin kacau. karena bisa jadi emang Diknas menganggap ‘orang yang tidak mampu pulang ke kampung halamannya karena kehabisan dana, padahal udah diingetin klo biaya ditanggung sendiri’ adalah sebuah hal yang kecil (dan ternyata jadi sesuatu yang besar).
yah, mungkin emang kebobrokan itu udah mendarah daging di dalam diri kita. udah terlalu lama jadi negara yang terjajah, jadi mentalnya juga lemah. tapi ada DNA-DNA pejuang di dalam diri kita (kemerdakaan negara kita adalah hasil perjuangan, bukan hadiah!!!!), yang artinya ada kebaikan besar dalam diri kita. kasus Yuni ini bagi saya adalah sebuah cermin dari diri kita sendiri. Diknas, selaku pemerintah, saya judge bersalah!!! tapi saya gak yakin klo anda2 yang mencela pemerintah, bisa berbuat lebih baik dari mereka2 yang anda cela. gak usah lah ‘terlalu berlebihan’ menuntut pemerintah harus begini dan begitu, menuding salah ini dan itu, tapi coba baca sendiri perilaku kita. banyak orang terlantar di negara ini. tapi apa yang anda lakukan?? jika anda terlalu sulit berpikir karena mungkin ‘terlalu sedikit’ yang sudah anda lakukan, maka berhentilah menghardik, dan mulailah bertindak. beri masukan (mungkin juga modal) untuk para pengemis yang menghampiri anda, supaya kehidupannya bisa jadi lebih mulia. tindakan mulia anda, sekecil apa pun (’sekecil’ buang segel minuman mineral anda ke tempat sampah), secara pelan tapi pasti, akan memperbaiki kode2 DNA dalam diri kita untuk menjadi lebih baik.
selamat berjuang kawan-kawan para pejuang bangsa. saatnya kita ‘berperang’ menaklukkan KETIDAKMERDEKAAN ini. udah 63 tahun bung semenjak proklamasi dikumandangkan!!!! tapi mungkin merdeka yang sesungguhnya bahkan belum memasukin tahun pertamanya…