malem sabtu kemaren –setelah tragedi komputer–, saya ikut pengajian, istilahnya liqo. gak tau juga tuh apa artinya, hehehe… pokoknya asik lah, karena udah lama gak dapet siraman rohani. tambah asik lagi karena logika berpikirnya sangat cocok sama saya. dan poin tambahan lagi, murabbi nya pinter dan bisa berpikir logis –mungkin karena kuliah di ITB, ehm ehm ehm…
–.
salah satu isi materi malam itu bikin saya ngangguk2, tanda klo saya sangat setuju, dan insya Allah ngerti ^^’. saya gak begitu inget detail pembahasannya, tapi semoga inti sarinya gak salah:
jadi, yang namanya manusia itu terdiri dari 3 jenis potensi. potensi2 itu adalah potensi jasmani, potensi pikiran, dan potensi rohani.
orang yang hanya mengasah dan kemudian matang di salah satu potensi tadi, gak akan menemukan keseimbangan di dalam hidupnya. dan ternyata, orang yang hanya mengasah dan matang di dua potensi tadi, tetep gak akan menemukan keseimbangan itu. maka, sebagai seorang manusia, udah seharusnya kita mengasah dan mematangkan ketiga potensi di atas. tujuannya adalah supaya kita jadi manusia yang utuh.
seorang jawara tinju, pasti sangat fokus kepada potensi jasmaninya. tapi, bisa jadi –karena belum tentu juga sih– kurang mengasah potensi lainnya, yaitu pikiran dan rohani. akibatnya, jadi jawara iya, punya duit juga iya, tapi gak bisa memanajemen diri sendiri karena kurang pintar, hidupnya juga sering gak tenang karena kurang memahami esensi dari kehidupan. orang kayak gitu, bisa saya bilang: tidak utuh.
klo contoh yang matang di dua potensi, saya susah cari contohnya… dikira2 sendiri aja deh ^^’ –dasar sayah teh pemalas!!! hehe…–.
jadi kita langsung aja ke poin yang paling penting, yaitu pada kenyataan bahwa Nabi Muhammad adalah contoh sempurna dari sosok manusia yang utuh. dari banyak kisah yang saya dengar tentang seorang Muhammad, selalu ditekankan bahwa beliau adalah seorang yang unggul di ketiga potensi tadi. seorang muslim –dan kebanyakan orang non muslim yang ngerti Islam– tentu setuju bahwa Rasul adalah orang yang secara rohani mantap! wajar, karena gurunya adalah malaikat Jibril, dan Allah pun pernah bertemu langsung dengan beliau –bismillah, semoga gak ada salah penyampaian ^^’–.
tapi kenyataan lain yang membuat Rasul sempurna adalah, karena beliau adalah orang yang juga pintar dan cerdas! gak mungkin gak pintar dan gak cerdas klo bisa menyebarkan sebuah agama, keyakinan, yang bisa sampai mendarah daging dan terjaga sampai detik ini. metoda yang dipakai dalam penyebaran dan penanaman keyakinan tentang Allah dan Rasul-Nya, adalah sebuah metoda yang pastinya brilian. sayang sekali saya kurang akrab dengan sejarah Rasul, karena saya lebih sering mengambil garis besarnya aja, jarang fokus pada hal2 detail ^^’ tapi semoga bisa ngasih gambaran yang cukup jelas.
kenyataan yang lain, Rasul adalah sosok yang secara jasmani sangat baik! digambarkan bahwa Rasul itu berbadan tegap, gagah, dan kuat. jago bergulat, bermain pedang –koq pedang dimainin ^^’–, berkuda, dan hal2 jasmani lainnya. gak pernah saya denger Rasul itu lemes, lemah, letoy, gak bertenaga, dan ciri2 manusia lemah lainnya. beliau senantiasa selalu penuh semangat, motivasi, ide, dan segala hal positif lainnya!
itulah yang menjadikan Rasul sempurna, dan itulah alasan terbaik kenapa Rasul adalah contoh yang paling tepat buat kita! asahlah 3 potensi tadi, dan jadilah manusia yang utuh. rajinlah menimba ilmu agama, serajin kita menimba ilmu dunia, tapi juga jangan lupakan jasmani kita, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, dan juga karena Allah lebih mencintai hamba-Nya yang kuat daripada yang lemah.
Masjid, Kampus, Gym, itu contoh tiga tempat –dari banyak pilihan tempat sejenis– yang bisa menjadikan kita sosok manusia yang utuh. sosok manusia, yang benar2 adalah seorang manusia.
nb:
.sori klo bahasanya rada ke mana2, kurang fokus, soalnya belom mandi, jadi kepala kurang fresh ^^’ –halah! alesan aja kau!!–
.mari sama2 berjuang menjadi manusia seutuhnya…