28 Mei 2008
malam final liga Champion, kedua tim sama2 menurunkan pemain2 terbaiknya. mulai dari Rooney dan Drogba yang jadi andalan di lini depan masing2, Cristiano Ronaldo dan Frank Lampard yang sama2 kuat sebagai pemain tengah, Rio Ferdinand dan John Terry yang sama2 sangat tangguh menjaga pertahanan mereka, sampai Van der Sar dan Peter Cech yang gak diragukan lagi kemampuannya masing2 sebagai penjaga gawang.
pertandingan yang disuguhin juga sangat menarik, sama2 menyerang dan sama2 bikin peluang yang cantik. tapi, babak pertama adalah milik MU. permainan MU di babak pertama emang lebih bagus dari Chelsea, dan di babak pertama juga MU sempet unggul lewat sundulan Cristiano Ronaldo –gol yang bikin dia jadi top skorer liga champion–. di babak kedua gantian Chelsea yang menguasai pertandingan. di menit2 awal Chelsea udah berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Frank Lampard.
setelah bertanding 90 menit, skor masih 1-1. dan setelah 2 x 30 menit babak tambahan, skor masih juga 1-1. bedanya adalah, Chelsea tinggal menyisakan 10 orang pemain setelah Drogba dikartu merah di menit2 akhir pertandingan. adu penalti pun gak terhindarkan. dan di sinilah drama yang bagi saya sangat berkesan di musim ini terjadi.
tendangan pertama adalah milik MU, sedangkan Chelsea kebagian jaga gawang dulu. penendang pertama dan kedua dari MU dan Chelsea sama2 berhasil melaksanakan tugas dengan baik. penendang ketiga MU adalah top skorer liga champion, Cristiano Ronaldo. tapi apa mo dibilang, penalti selain penuh dengan keberuntungan, juga bisa dibilang sebagai penentu apakah anda seorang pecundang atau pemenang, terlepas dari bagaimana anda bermain selaa 120 menit. dan Ronaldo membuktikan bahwa seluarbiasanya dia sepanjang musim ini, momen tersebut adalah momen di mana dia harus rela untuk jadi pecundang. tendangannya berhasil ditepis sama Peter Cech. kegagalan tadi seakan2 menjadi mimpi terburuk Ronaldo sepanjang musim ini. setelah penendang keempat dan kelima MU berhasil menuntaskan tugas, giliran penendang kelima Chelsea yang bertugas menyelesaikan tugasnya, sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan bagi timnya. dialah sang kapten, John Terry.
tapi yang terjadi bener2 di luar dugaan. di saat kemenangan yang udah diimpi2kan Terry sejak bertahun2 yang lalu ada di depan mata, dan dialah yang bakal jadi perebut kemenangan tersebut, justru insiden kecil –sangat kecil– bikin semua berubah jadi malapetaka. Van der Sar udah salah loncat ke sebelah kanan gawangnya pas bola tendangan Terry udah dengan mulusnya meluncur ke arah kiri. sayangnya, kaki kiri Terry kepeleset pas lagi nendang bola, alhasil bola melebar tipis ke samping gawang. kemenangan pun akhirnya tertunda saat itu, dan John Terry cuma bisa meringis bukan karena kakinya yang slip, tapi karena mimpi indahnya gak jadi kenyataan saat itu.
sebenernya, sampe di situ pertandingan belum beres, karena skor jadi sama kuat, 4-4. penendang kelima dan keenam MU berhasil mengalahkan rasa grogi dan menuntaskan tugas dengan sempurna. giliran Chelsea yang sekarang dalam tekanan. Nicholas Anelka sebagai penendang keenam Chelsea lah yang menanggung semua beban saat itu. ancang2 diambil, dan tendangan pun dilakukan. bola meluncur ke arah kanan gawang Van der Sar dengan sempurna, tapi malang bagi Chelsea, Van der Sar juga loncat ke arah kanan dan berhasil mementahkan bola tendangan Anelka. kemenangan pun buat MU. Chelsea, malam itu hanya jadi si nomor dua dalam pertarungan panjang liga Champion.
dua pihak sama2 punya pemain yang gagal melakukan tugas, dan dua pemain tersebut boleh dibilang merupakan tokoh sentral dalam pertarungan malam itu. Ronaldo sebagai pencetak gol buat MU, sedangkan Terry sebagai penggagal tendangan Ryan Giggs yang berpotensi gol –selain penyelamatan2 gemilang lainnya–. tapi cuma Ronaldo yang bisa bernafas lega karena kegagalannya gak berbuah kekalahan di akhir pertandingan. sedangkan Terry menjadi seorang dengan beban yang sangat berat, karena kegagalannya menyebabkan kegagalan tim meraih kemenangan. sebagai seorang kapten, dan saat itu sebagai penentu kemenangan Chelsea, saat itu dia hanyalah seorang pecundang yang gagal melaksanakan tugas.
MU pun mengukir sejarah malam itu sebagai juara Liga Champion 2007/2008, sedangkan Chelsea hanya berhasil mencatatkan sejarah sebagai runner-up, setelah sebelumnya berhasil mencatatkan sejarah lolos ke final Liga Champion untuk pertama kalinya dalam sejarah berdirinya klub tersebut.
Ronaldo dan Terry pun pulang dengan membawa kisahnya masing2. sama2 gagal mengeksekusi penalti tapi pada akhirnya berbeda nasib di penghujung pertandingan.
Posted in FOOTBALL!