Archive for the ‘Bank ide’ Category

Real VirtualMeeting

Posted: November 11, 2009 in Bank ide

terinspirasi dari postingan temen di suatu blog [tentunya itu adalah blog nya sendiri…], saya jadi pengen ikut2an berimajinasi. tapi imajinasi itu juga terinspirasi dari ide ‘gila’ sang temen [gila is soooo funtastic!!! :p~]. apa ide ‘gila’ yang inspiratif itu? cek saja lah sendiri ke sini, heeeeeeheheheeee…

ide ini berawal dari sebuah masalah, LDR, Long Distance Relationship. but, is it really a problem? in fact, many people say so -or maybe, mostly ^__^

whatever it is, kita akan memfasilitasi orang2 yang ngerasa LDR itu adalah sebuah masalah. langsung saja kita kepada ide gila kita tahun ini: Real VirtualMeeting [sok lah, siapa yang punya ide lebih baik buat nama ini ๐Ÿ˜€].

belom juga saya jabarin apa kah ide gila ini, beberapa temen udah bilang, ah, kan cuman virtual doank. weits, tunggu dulu, justru yang virtual ini yang keren, hehehe…

idenya adalah, bagaimana pasangan jarak jauh bisa saling ketemuan ketika ada hal2 penting [kangen masuk ke dalam hal penting :p~], yang mendesak atau pun tidak. salah satu cara agar hal ini bisa tercapai adalah dengan melakukan teleportasi (memindahkan objek dari satu tempat ke tempat lain yang berjauhan dalam sekejap) dan menghentikan waktu (di lokasi di mana seharusnya objek itu berada, untuk menciptakan efek ‘tak terjadi apa2’ di lokasi tersebut). dengan begini, sepasang kekasih dapat saling bertemu tanpa harus mengorbankan waktu yang seharusnya digunakan untuk masalah penting lainnya.

masalah yang kemudian timbul adalah, teknik teleportasi masih dalam tahap perdebatan para ahli untuk dipergunakan pada makhluk hidup [ngayal :p~]. sedangkan teknik menghentikan waktu akan memberikan perbedaan waktu antara objek di dalam freezed-zone dan di unfreezed-zone. hal ini akan menimbulkan kebingungan waktu (Time Confusion) objek2 di dalam freezed-zone terhadap objek2 di unfreezed-zone. efek jangka pendeknya mungkin gak gitu kerasa, tapi penggunaan berlanjut bisa berefek sangat besar.

ide yang saya ajukan adalah dengan melakukan manipulasi otak. dengan menggunakan anggapan bahwa semua hal di dunia ini sebenarnya ditentukan oleh masing2 otak di dalam diri masing2 individu, berarti kita dapat membuat ‘sesuatu‘ yang tidak nyata menjadi nyata dengan cara ‘mengondisikan‘ otak. ‘sesuatu‘ di sini termasuk ruang dan waktu. jika sepasang kekasih (kita sebut sebagai user) tidak dapat berjumpa di dunia ‘real’, setidaknya mereka bisa bertemu di sebuah tempat virtual. semua ini dilakukan dengan menggunakan alat yang diberi nama Brainditioner (Bdi) [dari kata Brain Conditioner. kayak nama sampo :p~].

berikut cara kerja Bdi:

tahap pertama, Bdi melakukan sinkronisasi otak (Brain Synchronization) antara dua orang yang akan melakukan komunikasi. Bdi akan mencari frekuensi yang tersedia, kemudian masing2 user akan disamakan frekuensi otaknya sesuai dengan frekuensi tersebut. setelah kedua otak memiliki frekuensi yang sama, keduanya dapat saling berkomunikasi melalui pikiran. Bdi juga men-sinkron-kan dirinya sendiri pada frekuensi tersebut.

tahap pertama plus :p~, Bdi melakukan ReViCustomization (Reality-Virtual Customization) agar otak siap bekerja pada kondisi virtual.

tahap kedua, Bdi memanipulasi ruang (Space Bending) dengan ‘menciptakan‘ sebuah lokasi (Brainvironment), lengkap dengan segala objek di dalamnya, mencakup suhu ruangan, intensitas cahaya, cuaca, dan lainnya [yang biasa ada di dunia nyata lah]. Bdi juga menciptakan sosok user virtual (UiVS) yang sesuai dengan sosok user di dunia nyata (UiRS) [UiVS = User in Virtual State ; UiRS = User in Real State]. UiVS akan berfungsi layaknya UiRS. UiVS dapat merasakan sentuhan, mendengar suara, melihat, dan semua fungsi lain dari panca indera di dunia nyata. kecuali UiVS, Brainvironment dapat disesuaikan dengan keinginan user ataupun dengan menggunakan template yang disediakan sistem. percaya atau tidak, jika tidak terjadi gangguan atau anomali, secara natural sosok seseorang di dalam pikirannya selalu sesuai dengan sosok di kenyataannya. jadi sistem tidak dapat mengotak-atik UiVS dari masing2 user. dan UiVS ini adalah unik untuk setiap user.

only God Knows Why… [ngayal tingkat tinggi :p~]

tahap ketiga, Bdi memanipulasi waktu (Time Bending). waktu di dunia nyata (RTi) dan virtual (VTi) memiliki perbandingan 1:1000 [nyontek blog tetangga :p~]. sebenarnya, Bdi tidak mengutak-atik waktu secara universal. tapi, Bdi melakukan percepatan kinerja otak (Brain Acceleration) user. dengan begitu, efek perbedaan waktu dapat diciptakan. percepatan yang dilakukan oleh Bdi jauh di bawah batas yang telah ditetapkan, yaitu 1:5000. jadi, percepatan ini sangat aman [hiaaaahahahahahahaaaa… :p~].

tahap keempat, Bdi mengaktifkan sistem keamanan (Brain Space and Time Protector, BrAceTiP). sistem keamanan ini bekerja untuk melindungi dan menjaga user dari gangguan selama komunikasi berlangsung.

BrAceTiP melakukan beberapa proteksi sebagai berikut:

BrAceTiP menjaga agar frekuensi dari masing2 user tetap sama, karena jika frekuensi salah satu user berubah, Virtual Meeting Point akan hancur, dan komunikasi terputus. BrAceTiP dilengkapi dengan tool AFS (Automated Frequency Seeker). AFS secara otomatis akan memindahkan user ke frekuensi lain yang tersedia jika frekuensi yang sedang digunakan mengalami gangguan. pada saat proses perpindahan frekuensi dilakukan, user akan dipindahkan ke Brainvironment default milik sistem untuk menghilangkan efek ‘kebingungan’ (Space Lag).

BrAceTiP juga dilengkapi dengan tool GUARD sebagai penjaga agar tidak ada penyusup atau objek asing (Invader) yang akan menganggu keamanan, kenyamanan, maupun privasi user. sebenarnya, sebelum alat ini digunakan, frekuensi yang tersedia telah dienkripsi agar hanya dapat digunakan oleh user2 yang berhak. namun, untuk menghindari hal2 yang tidak diinginkan, GUARD tetap digunakan. GUARD akan menyerang semua objek yang terdeteksi sebagai Invader di dalam Brainvironment. Invader adalah setiap objek yang tidak diciptakan oleh sistem, baik objek yang dipesan oleh user maupun objek default sistem.

BrAceTiP akan menyalakan alarm pada waktu yang telah ditentukan. alarm diatur oleh user. jika user tidak melakukan pengaturan, alarm akan menyala pada waktu yang telah ditetapkan oleh sistem. sesuai dengan ketentuan yang berlaku, waktu yang diijinkan untuk menggunakan alat ini adalah 24 jam VTi, atau 1 menit 26 detik RTi. sistem menyediakan 20 jam VTi untuk user, sisa 4 jam VTi sebagai backup. setelah 19 jam 45 menit VTi, atau 15 menit VTi sebelum waktu habis, BrAceTiP akan menyalakan alarm. jika user tidak mematikan alat pada saat waktu habis, BrAceTiP akan memutuskan koneksi dengan paksa. 5 menit VTi sebelum koneksi diputuskan, BrAceTiP akan melakukan rekondisi terhadap otak masing2 user. otak akan dikondisikan agar siap bekerja pada ruang dan waktu normal. proses ini dinamakan ViReCustomization, kebalikan dari ReViCustomization [wiiii, namanya kereeeennnย  ;p~].

BrAceTiP memantau kinerja tubuh user di dunia real secara keseluruhan. jika tubuh user mengalami gangguan, BrAceTiP akan mengingatkan user. jika BrAceTiP menilai gangguan tersebut sebagai ancaman serius bagi user, maka BrAceTiP akan segera melakukan ViReCustomization, dan memutuskan koneksi. ini penting untuk menjaga keselamatan user selama menggunakan alat ini.

user dapat meminta untuk keluar dari Brainvironment dan berhenti menggunakan alat ini dengan menekan tombol merah pada baju yang digunakan UiVS.

untuk pemakaian maksimal (20 jam VTi) tidak dianjurkan dilakukan lebih dari 3 kali sehari. untuk pemakaian di bawah 10 jam VTi, alat ini dapat dipakai sesering mungkin. demi menjaga keamanan dan kesehatan otak, alat ini hanya dapat digunakan 3 jam RTi sekali, baik penggunaan maksimum ataupun standar. 3 jam RTi dianggap cukup untuk memberikan waktu istirahat kepada otak.

alat ini sudah pada tahap akhir riset dan akan segera dikomersilkan :p~








nb: sori klo ada yang terganggu sama warna2nya, yeheheheheeee…

Advertisements

ini ada juga cerita pendek. tapi masih gak sempurna. bantuin nyempurnain donk, hehe…

silakan disimak cerita berikut:

(more…)

Iseng-iseng berhadiah :p

Posted: April 14, 2009 in Bank ide

punya ide cerita buat film neh. kayaknya oke, heheheee..

begini ceritanya:

(more…)

Minta Tolong (courtesy to RCTI)

Posted: January 21, 2009 in Bank ide

lagi nonton reality show Minta Tolong di RCTI. idenya itu lho, padahal udah lumayan bagus. tapi sayangnya gak unik, cuma begitu doank, ada orang yang keliling2 dengan kondisi yang mengenaskan [saya sebut ini ‘umpan’], cari orang yang mo nolongin ngelakuin sesuatu [saya sebut ‘penolong’], trus nanti orang yang nolong itu dikasih uang.

episode kali ini [dan kayaknya yang pertama saya tonton ^_^] idenya, ‘umpan’ bawa panci, mo dituker sama lauk pauk buat ngasih makan anaknya. tadi saya liat, udah sampe ratusan orang yang dimintain tolong, tapi belom ada yang mau. lalu berlanjut, berlanjut, dan akhirnya ada seorang ‘penolong’. si ‘penolong’ kemudian dikasih uang, sebagai tebusan karena udah berbuat baik.

that’s it T_T.

(more…)

Mushola di Dalam Mall

Posted: January 4, 2009 in Bank ide

ada ide menarik neh dari seorang teman. menurut saya ini ide yang brilian!!! ๐Ÿ˜€ dan ini adalah ide yang mengawali kategori Bank Ide ini. semoga ke depannya saya bisa lebih banyak lagi menuangkan ide2 menarik di sini, aaamiin :))

inti idenya adalah, gimana caranya supaya orang yang lagi ada di mall gampang akses ke mushola. selama ini kan, yang saya tau, kebanyakan mushola di mall itu identik sama basement atau toilet. nah, pengennya tuh nantinya mushola itu mudah diakses dan gak identik lagi sama dua hal tadi.

temen saya punya ide, gimana klo KITA (related to everyone who wants to join us ๐Ÿ˜€) nyewa satu ruang, apa itu ya namanya… yang itu lho, yang biasa buat buka tempat jualan di dalam mall. nah, kita sewa aja deh tu satu, trus kita bikin itu jadi mushola. kan orang2 yang mo solat jadi gampang, seenggaknya lebih gampang daripada harus ke basement atau cari toilet —yang akhirnya aroma mushola kadang2 identik dengan aroma toilet T_T!–.

pastinya gak murah bikin tempat begituan, makanya butuh dana yang continue supaya tu mushola bisa tetep eksis. bisa juga klo di mushola itu dikasih semacam kotak amal, yang konvensional atau yang modern, bisa gesek kartu, hehehe… jadinya kan orang yang tertarik sama ide itu dan pengen mushola itu terus eksis bisa ikut nyumbang.

insya Allah ini ide yang sangat brilian dan konkrit lah, realistis klo emang bener mo dijalanin. tapi saya gak tau isi kontrak antara pemilik tempat jualan sama pemilik mall. apa sekian persen dari keuntungan jadi pemasukan pihak mall, atau pihak mall hanya narikin uang sewa aja. klo cuma narikin uang sewa sih, berarti pihak mall gak masalah donk klo tempatnya disewa buat tujuan yang non-komersil. tapi klo ada persen keuntungan, hhhmmm, mungkin itu lebih susah ^_^!

nah, saya tunggu masukan dari saudara2 semua. ini ide yang insya Allah akan terealisasi, karena sangat menarik dan luar biasa. ini Indonesia, dan sebagian besar penduduknya adalah beragama Islam. harusnya juga sih kebanyakan orang yang berkeliaran di mall itu beragama Islam —ini perhitungan kasar banget, hahaha…–, jadi tentunya sebagian besar butuh mushola itu. dan insya Allah klo bener terealisasi, berkah dan karunia Allah akan makin melimpah buat kita semua ๐Ÿ˜€