Archive for the ‘Dari hati’ Category

still bout me

Posted: April 27, 2013 in Dari hati, Saya

apa rasanya jadi saya sekarang ini? rasanya adalah seperti berada di suatu ketinggian tertentu, di mana kegugupan meningkat berbanding lurus dengan ketinggian yang bertambah.

saya takut ketinggian. sensasinya kurang lebih sama kayak berada di posisi saya sekarang ini. tinggi. mendebarkan. bikin gemeteran, dan pengennya turun aja.

disturbing sensation. feel so insecure.

tapi banyak hal didapat di ketinggian segini. banyak yang bisa diliat, banyak yang bisa ditemui, banyak yang bisa dipelajari. dan tentu saja ketangguhan mental meningkat.

entahlah, posisi yang bagus demi perbaikan diri, tapi sungguh amat sangat gak nyaman.

well, saya gak pernah bermimpi ada di tempat setinggi ini, pun gak pernah bermimpi bisa jadi sebaik ini. ya, harus diakui bahwa kondisi sekarang jauh lebih baik dari waktu masih di bawah sana. saya merasa gak pernah berniat merangkak naik sampai sejauh ini, tapi mau bagaimana, keadaan mendorong dan ‘memaksa’. but thanks for that, wahai keadaan.

and for me, this is a very good adaptation. i can only say to me, “well done buddy. well done.”

nampaknya saya masih akan terus bergerak naik, sejalan dengan keadaan yang terus saja mendorong. koq ya gak lelah sih kamu? konsisten sekali, wahai keadaan. memang dorongan nya terasa lebih lemah, tingkat pemaksaannya berkurang. sekarang lebih besar bagian di mana saya harus mengambil sendiri kendali dalam memutuskan sesuatu.

ah, i’m so proud of me.
hehehee..

Advertisements

why didn’t anis mata say that it simply because ahok is not a moslem. coward? yes, they are just a bunch of cowards.

and now i don’t know what to choose on 2014. i’m really really dissapointed…

milestone: 5th year

Posted: January 18, 2012 in Dari hati, Seni hati

kalo cinta bisa mewakili rasa sayang ayah ke bunda,
kalo cinta bisa mewakili rasa nyaman ayah pas ada di deket bunda,
kalo cinta bisa mewakili kengen ayah pas jauh dari bunda,
kalo cinta bisa mewakili kekaguman ayah atas perjuangan bunda,
kalo cinta bisa mewakili rasa syukur ayah karena ‘memiliki’ bunda,
kalo cinta bisa menggambarkan teduhnya hati ini pas ayah meluk bunda,
kalo cinta bisa membuat hari-hari bunda menjadi lebih indah,
berarti ayah sekarang benar-benar lagi jatuh cinta sama bunda…

terima kasih bunda, karena udah mencintai ayah tanpa perlu tau kapan, kenapa, dan bagaimana,
terima kasih bunda, untuk 5 tahun yang rumit, heboh, abstrak, juga untuk semua manis dan kecutnya,
hitam dan putihnya, senang dan sedihnya, dan semua rasa yang menyertai perjalanan yang gak sebentar ini.

semoga Allah memanjangkan cerita tentang kita berdua, cerita tentang indahnya tahun ke 10, ke 20, ke 50, kesekian, dan indahnya dipisahkan oleh maut, dan juga indahnya dipersatukan kembali di kehidupan selanjutnya.

yah, walau tetep ayah ngerasa gak pernah cukup terwakili, tapi baiklah, khusus untuk bunda ayah akan bilang,

“i love you, bunda” 😀

loyalty

Posted: January 3, 2012 in Dari hati, Saya, spontan

i believe that i’m a loyal person. but this company, is definitely not worth my loyalty.

-me-

kaca

Posted: July 5, 2011 in Dari hati, spontan

ditempa seperti apa pun juga, kaca tak kan berubah menjadi baja. tempatnya di sekat jendela, bukan di pondasi gedung pencakar langit.

dear anak-anakku,

pada saat kalian sudah bisa membaca –tanpa perlu terlebih dahulu paham tentang dunia ini– dan menemukan tulisan ini,  ayah hanya ingin menyampaikan bahwa insya Allah sayang ku pada kalian adalah sayang yang tak berpamrih. ayah sering meminta dan memaksa kalian melakukan sesuatu, insya Allah bukan dengan alasan karena ayah sudah berbuat banyak untuk kalian, tapi insya Allah murni karena itu yang menurut ayah baik untuk kalian di masa ketika kalian harus menghadapi dunia ini sendirian.

sayang ku pada kalian, bukanlah sayang yang meminta untuk dibalas. sayang kalian pada ku, bukan aku minta karena aku telah menyayangi kalian, tapi karena bisa menyayangi adalah salah satu anugrah dari Yang Maha Kuasa, dan aku sangat ingin kalian menikmati anugrah tersebut. aku meminta kalian memelukku, bukan karena aku telah memelukmu, tapi karena aku ingin kalian tau betapa indahnya menyayangi. karena menyayangi itu memang indah, wahai anak-anakku. dan sekali lagi, semoga sayang ku pada kalian adalah sayang tidak berpamrih, insya Allah.

semoga dengan mengajarkan kepada kalian tentang nikmatnya menyayangi, kalian menjadi pribadi yang terbiasa dan selalu haus untuk menyayangi sesama, tanpa perlu peduli apakah mereka juga menyayangi kalian atau tidak. karena menyayangi adalah sesuatu yang tidak perlu berbalas. menyayangi bukan lah tepuk tangan yang memerlukan dua tangan untuk menghasilkan gegap gempita, menyayangi adalah belaian yang cukup satu tangan untuk menghadirkan kehangatan untuk dia yang kalian belai.

tebarkanlah kasih sayang di dunia ini, wahai anak-anakku. betapa bahagianya aku jika bisa melihat kalian saling menyayangi dan kalian bahagia dengan itu. tentu saja aku ingin kalian sayangi, begitu juga bunda, pasti haus untuk kalian sayangi. tapi kenyataan bahwa kami berdua bisa sayang kepada kalian tanpa memerlukan alasan apa pun, itu sudah sangat lebih dari cukup bagi kami untuk mengucap syukur kepada Allah. karena seperti yang aku sampaikan, bahwa sayang kami insya Allah adalah sayang yang tak berpamrih. dan sungguh anugrah yang tak ternilai bisa memiliki perasaan sayang ini di hati kami, ayah bunda kalian.

anak-anakku, semoga apa yang ayah sampaikan bisa menjadi modal berharga bagi kalian mengarungi dunia ini. karena kalian secara individu adalah peserta dari kehidupan ini. masing-masing dari kalian punya tugas dan perannya yang berbeda dan unik. tapi apa pun itu, hadapilah dunia ini dengan selalu menyertakan kasih sayang di dalam hati kalian. insya Allah dunia akan terasa, terlihat, dan terdengar indah untuk kalian.

doaku, semoga kalian selalu diberikan anugrah kasih sayang di dalam hati kalian. dan bersyukurlah, ketika kalian merasakan nikmat kasih sayang itu. bersyukurlah, dan terus simpan rasa nikmat menyayangi itu dalam diri kalian agar kalian selalu ingat dan haus akan rasa itu. insya Allah dunia akan menjadi lebih indah dengan kehadiran kalian di sana.

sayang ku untuk kalian,
laki-laki yang kalian panggil ayah dimas.

berbuka

Posted: January 26, 2011 in Dari hati

kenapa beberapa wanita tetap memperlihatkan apa yang sebenernya gak mau orang lain liat?
betis? paha? dada? bahkan pantat??????
*pardon my words*

atau sebenernya para wanita itu emang pengen, meminta?? memohon???, supaya diliatin?

saya jadi teringat, alkisah di suatu masa, sepupu saya punya temen kuliah, cewek, yang dateng ke kampus menggunakan kemeja dengan beberapa kancing atasnya terbuka. menggoda donk. tentu saja. dan sepupu saya, sama temen nya yang laki2, sengaja ngeliatin ke area yang menggoda tersebut. lama.. lama.. lama.. akhirnya sang temen cewek ngerasa risi sampe nangis, dan memutuskan untuk mengancingkan kemejanya rapat2.

see???

kenapa juga itu zona terlarang diumbar, kalo emang gak pengen orang lain liat?????

 

“alaaaaahhhh, padahal lo sendiri seneng kaaaaaannn?!”


sure i am! jelas gw senang, bahkan jujur beberapa kali curi2 lirik daerah2 terbuka di sekitar saya. tapi apa itu artinya para wanita tersebut emang sengaja pengen memuaskan kesenangan para pria di sekitar mereka? apakah kami para lelaki harus mengucapkan terima kasih?

 

“mbak mbak, terima kasih lho atas pertunjukkannya. penampilan anda, sungguh mengagumkan!”


lain lagi dengan apa yang biasa saya liat di tivi, terutama film2 eropa, atau lebih spesifik lagi, film2 hollywood. banyak di situ dipertontonkan cewek2 bahenol dengan dandanan, yang kita nilai, seronok. tapi apa mereka risih kalo area2 yang emang sengaja mereka pertontonkan itu diliatin orang? saya rasa nggak. bahkan yang saya tangkep, mereka bangga dengan apa yang mereka tunjukkan, dan senang kalo ada yang muji.

 

“nice leg!” | “thank you”
“nice ass!” | “thank you”
“nice boobs!” | “thank you”


seee??????

mereka emang bangga dengan itu semua. dan itu adalah budaya mereka. kalo para wanita di sini emang pengen niru budaya mereka, jangan setengah2, ambil semua, termasuk rasa bangga ketika properti mereka dilirik orang banyak.

barang di etalase adalah barang2 yang emang sengaja dipajang sama si pemilik barang supaya sebanyak mungkin orang bisa, dan mudah, ngeliat barang2 tersebut, sukur2 kalo sampe ada yang mampir dan beli. sedangkan barang2 lain yang emang gak pengen diliat orang banyak akan disimpen rapat2 di gudang, dengan tujuan supaya hanya orang2 tertentu aja yang boleh ngeliat dan beli barang2 tersebut.

i’m a man with a wife a daughter and of course a mother. jadi saya sama sekali gak berminat dan berniat melecehkan wanita lewat tulisan ini. yang pengen saya sampaikan adalah, hey para wanita, peliharalah diri anda sendiri semaksimal mungkin. jangan beri ruang buat orang lain melecehkan anda. terutama lagi, jangan sampe anda menyebabkan orang lain jadi kepikiran untuk melecehkan anda karena penampilan anda sendiri yang ‘memancing’ mereka untuk berniat demikian.

kalo emang gak suka bagian tubuh anda dilirik orang lain, tutup rapat2! kalo masih diliatin juga, berarti emang kegatelan aja yang ngeliatin 😛 tapi kalo emang anda pengen orang lain ngeliatin dan memuja properti anda, please, don’t blame us to adore you and yours. kami para kaum lelaki akan dengan senang hati menikmati setiap inci zona yang anda suguhkan.

hhhhh… sebenernya kasian para lelaki… kalo ngeliatin, dibilang kegatelan atau gak sopan. tapi kalo gak diliat, ntar malah disangka gak normal. harusnya, para pria yang ngerasa risi sama wanita dengan dandanan terbuka, bisa ngelaporin wanita tersebut ke polisi, dengan tuduhan “melakukan tindakan yang tidak menyenangkan”! tapi ah, salah lagi ntar… malah disangka pak polisi si pria pelapor tersebut gak normal, karena koq bisa2nya wanita dengan dandanan terbuka dianggap tidak menyenangkan… 😦

priaaaa pria… nasibmu lah…

curcol 😛

intinya demikian, mari wanita dan pria sama2 saling bantu dalam hal ganggu-mengganggu ini. IMHO, opsi nya adalah sebagai berikut:

1. silakan para wanita menutup rapat2 apa yang gak pengen diliat oleh orang lain, terutamanya oleh para pria. dan para pria, “hey guys, itu barang udah ditutup rapet2, jadi tolong jangan dilirik juga! klo pengen ngelirik, nikahin dulu!”

2. silakan para wanita buka apa2 yang emang anda pengen para lelaki liat, nilai, bahkan puji. dan para pria, “hey guys, ada tontonan menarik! simak! simak! jangan lupa kasih komen. pengunjung yang baik adalah yang meninggalkan komen. sukur2 kalo ngasih cendol ijo :D”

demikian lah adanya. dan buat saya pribadi sebagai suami dan ayah, adalah sebuah Pe eR besar untuk menjaga istri dan anak(-anak) saya dari tatapan dan kejailan makhluk2 bernama pria. karena saya pribadi pengen propertinya istri hanya menjadi properti miliknya, milik-Nya, dan milik saya. dan propertinya anak hanya menjadi miliknya, milik-Nya, dan milik suami nya kelak.

bismillah. semoga Tuhan menjaga diri kita semua dari niat jahat orang lain, dan menjaga diri kita dari menyebabkan orang lain berniat jahat terhadap kita. aamiin.

nb: sori kalo ada yang keganggu dengan jumlah tanda tanya atau tanda seru yang berlebihan. sekedar menunjukkan semangat tinggi, hehehe… 😛